Daftar Blog Saya

Mengenai Saya

Foto saya
Nama gueee? iyaps itu itu nahhhh itu

Bertemu hewan yang seharusnya tak ada

Bertemu hewan yang seharusnya tak ada

Kamis, 26 Oktober 2017

BERTEMU HEWAN YANG TAK SEHARUSNYA ADA

Jakarta 28 Januari 2017 - Awalnya sih kita lagi ngopi disebuah tempat tongkrongan kita (Gdg.psy) sambil ngopi ngopi kita ngobrolin tentang alam, sambil nyeruput kopi tak lupa ditemani tembakau gudang garam 16, ditempat tongkrongan ada: Saya,Budi,Avis dan Taufik. Tak lama kemudian teman saya yang bernama Budi mengajak untuk mendaki salah satu gunung tertinggi Di Jawa Barat yaitu (Gunung Ciremai) yang mempunyai ketinggian 3.078 meter diatas permukaan laut.




                                   Gunung Ciremai 3.078mpdl,Kuningan,Jawa Barat.

Kemudian Saya,Avis dan Budi bergegas melanjutkan perjalanan mendaki ke gunung ciremai tersebut. Tak lama lagi kita bubar nongkrong dulu untuk kembali kerumah masing-masing dan mengambil alat alat perlengkepan mendaki kita, usai mengambil perlengkapan mendaki kita kembali kumpul/meeting point ditempat tongkrongan kita, sesudah berkumpul kami bertiga langsung berangkat ke sebuah tempat parkirnya bus SETIA NEGARA tujuan Jakarta - Kuningan, yang berketempatan di Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Sampai diparkiran mobil bus pukul 18:20wib tersebut kami bertiga kembali ngopi lagi sambil menunggu mobil bus tersebut berangkat. Selepas Ba'da Isya sekitar pukul 19:02 mobil tersebut berangkat.

Dan langsung saja yaa ..

Sampai di Pasar Ciawi, Kuningan, Jawa barat pukul 00:57 kebetulan teman saya yang bernama Budi kampung halamannya tidak jauh dari gunung itu, langsung saja Saya, Budi, Avis menuju kampung halaman budi untuk bermalam.

(29 Januari 2017)
Dan pagi pun datang, kemudian kami bertiga bergegas untuk bangun dan mandi, seusai mandi kita bertiga packing ulang tas carriel kita untuk memeriksa alat pendakian+logistik, pukul 09:15 kami berangkat ke salah satu toko kue kakak nya Budi memakai kendaraan sepeda motor, sampai di toko kue nya kakak Budi kami bertiga melanjutkan perjalanan ke pos pendakian jalur linggarjati naik trasnportasi angkutan kota (Angkot). Sampai dipos pendakian linggarjati pukul 10:05 kita bertiga mendaftarkan registrasi pendakian dengan harga Rp.50.000,- sesudah registrasi kami bertiga melanjutkan perjalanan pukul 10:20 sekitar 30 menit kita sampai di pos cibunar 750mdpl, disitu kami bertiga beristirahat sejenak tak lama kemudian kami bertemu petugas dipos cibunar dan kami pun bertanya :
Saya : "Pak diatas rame gak?"ujar saya.
Petugas : "Rame dek"
Saya : "Oh yaudah makasih ya pak"
Dan saya berasa lega ketika mendengar itu, 15 menit kemudian saya melanjutkan perjalanan, sampai dipos Leuweng Datar 1.225mdpl kami tak menemukan seorang/segerombolan pendaki satu pun, dan kami terus berjalan melewati hutan belantara, sampai dipos Condang Amis 1.250mdpl kami pun berhenti sejenak untuk beristirahat, selang waktu 10menit kami pun melanjutkan perjalanan, selang waktu 60menit kita pun sampai dipos Kuburan Kuda pukul 1.450mdpl 16:50, kami beristirahat lagi sambil merokok sebentar.
 

 15menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan menuju puncak, sampai di pos Pengalap 1.650mdpl sekitar pukul 17:30  kami pun sudah mulai kelelahan dan hari pun mulai gelap, tetapi kami masih tetap melanjutkan perjalanan, belum sampai di pos Tanjakan Seruni kami sudah sangat lelah, kami bertiga pun memutuskan untuk berkemah/ngecamp, kebetulan ditengah tengah jalur pendakian Pengalap dan Tanjakan Seruni kami menemukan tanah yang datar bisa untuk mendirikan tenda, kami pun segera mendirikan tenda, usai tenda kami berdiri, kami pun segera masuk dan mulai memasak karena perut kita sudah sangat lapar, disitu pun kami bertiga mulai masak, tak lama lagi pun teman saya Budi dan Avis malah pada molor, saya pun ditinggal sendirian masak, sambil menunggu nasi matang saya pun menyetel musik diHandphone cuaca disitu sudah mulai gelap dicampur kabut, hawa nya juga pun lumayan dingin, kemudian tak lama lagi pun nasi sudah matang, dan lauknya pun mulai matang, disitu saya membangunkan kedua teman saya untuk makan, dan setelah selesai makan kami bertiga pun bergegas untuk tidur.

Langsung saja yaa ..

(30 Januari 2017)
Pagi pun datang kembali, matahari mulai menyoroti tenda kami, burung burung berkicauan kami pun terbangun dari tidur, selepas bangun dari tidur kami bertiga segera menyalakan kompor untuk menyeduh kopi, kopi pun matang. Kita langsung packing kembali untuk melanjutkan perjalanan sambil ngopi, Pukul 08:30 kami pun segera melanjutkan pendakian, sampai di Tanjakan Seruni pukul 10:30 kami istirahat sejenak,

Tanjakan Seruni 1.825mdpl



selesai istirahat lumayan sekitar 20menit kami lanjut perjalanan lagi, kita pun sampai di Tanjakan Bapatere sekitar pukul 13:25 tempat ini memang cukup terkenal akan curam nya di jalur pendakian Linggarjati, kami pun Alhamdulillah berhasil melewati nya dan kami pun istirahat sejenak karena tanjakan itu cukup menguras tenaga.

Tanjakan Bapatere 2.025mdpl

Seusai istirahat sejenak kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 14:50 kami pun sampai dipos batu lingga 2.200mdpl, disebuah pos dengan tanah datar ini terdapat sebuah batu besar, menurut cerita penduduk setempat, dulunya tempat ini digunakan oleh Sunan Gunung Jati untuk menyendiri. Tempat ini juga dipercaya warga sekitar dijaga oleh 2 mahluk halus dan para pendaki seringkali diminta untuk tidak berkata sembarangan atau berbuat sesuatu yang bodoh di tempat ini.
Mulai dari pos ini, perjalanan sudah tidak terlalu berat. Jalan tidak lagi dipenuhi oleh akar-akar besar. Waktu tempuh dari Bapa Tere ke Batu Lingga kurang lebih 1 jam. Di ketinggian 2200 MDPL ini voyagers bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Sangga Buana yang akan memakan waktu kurang lebih 2 jam.Sangga Buana dibagi menjadi 2 yaitu Sangga Buana I dan Sangga Buana II. Inilah tempat yang paling ideal menurut daily voyagers untuk membangun tenda. Terletak di ketinggian 2500 MDPL, membuat tempat ini masih dikelilingi oleh pepohonan tinggi yang sedikit menghalangi laju angin dan sinar matahari masih bisa menembus lebatnya hutan. Tanjakan cukup tinggi menjadi penghubung antara Sangga Buana II dan Sangga Buana I. Kalau di Sangga Buana I, lantainya itu masih berupa tanah maka lain halnya dengan Sangga Buana II yang sudah mulai berbatu.
Pos Sangga buana I 2.500mdpl.
Usai istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos pengasinan, disini kami bertiga hanya menemukan trek berbatu sudah tidak ada tanah lagi, dari pos sangga buana II menuju pengasinan trek pun agak mulai curam, semua yang ditapaki hanya bebatuan, demikian tersebut trek yang kami lewati cukup sangat menguras tenaga, kami bertiga pun beristirahat sejenak.
Selang waktu 35menit kami pun untuk melanjutkan perjalanan menuju pangasinan, sampai dipengasinan pukul 17:45 langit pun sudah mulai gelap kami bertiga bergegas untuk mendirikan tenda, angin cukup kencang dipengasinan ini, karena pos pengasinan ini sudah diketinggian 2.800mdpl, pangasinan merupakan batas vegetasi, pepohonan sudah mulai hilang di tempat ini. Lautan awan akan terlihat kala voyagers sudah melihat papan bertuliskan “Pangasinan”. Dari Sangga Buana ke Pangasinan maka voyagers akan melewati tanjakan berbatu. Batunya tidak kecil namun berukuran besar-besar, berbeda dengan jalan berbatu yang voyagers lewati ketika masih menuju Leuweung Datar. Usai berdiri tenda kami pun segera memasuki tenda untuk istirahat, perut kami sudah mulai lapar, maka kami segera untuk memasak logistik yang kami bawa, kami pun memasaknya, ketika sedang masak. Disini anehnya kita digerumungin beberapa ekor tikus, coba bayangkan netizen. Diketinggian 2.800mdpl itu kita bertemu beberapa ekor tikus, entah itu benar benar hewan atau penunggu gunung situ yang hanya menyamar menjadi tikus. Allahualam kami pun tidak tahu, disitu kami bertiga sempat mengusirnya, tetapi malah semakin banyak gerombolannya. Kami pun agak sedikit bingung, "sudah tak usah diladeni" ujar saya. dan akhirnya pun tikus itu sedikit demi sedikit menghilang, ketika kami mengabaikannnya. Dan masakan pun matang kami segera mengkonsumsinya. Usai makan telah selesai makin sempat ngobrol ngobrol dulu sambil ngopi dan ditemani tembakau Djinggo. Disitu kami mengobrol tentang keanehan tersebut, diketinggian 2.800mdpl masih ada tikus? burung saja pun kami tidak menemuinya. Sedangkan iklim disitu lagi kabut, jarak pandang pun hanya beberapa meter saja, mengapa ada tikus?.
Pos Pangasinan 2.800mdpl.

Selesai ngobrol dan ngopi kami pun bergegas untuk tidur, niatnya sih kita mau kejar sunsrise, tapi kami malah kesiangan. Kita tidurnya terlalu nyenyak sehingga kesiangan hehe.

(31 Januari 2017)
Pagi pun datang kembali ..
Pukul 09:30 kami terbangun dari tidur, matahari pun sudah menyoroti tenda, tapi kali ini kita enggak mendengarkan suara kicau burung, hawa pun sangat dingin sekali sehingga membuat badan menggigil, kami pun bergegas untuk menyeduh kopi dan teh, usai kopi dan teh terseduh. Kami bertiga keluar dari tenda untuk melihat keindahan alam, tetapi apa disitu kami tertutupi kabut, jarak pandang hanya beberapa meter, yang seharusnya puncak gunung tersebut terlihat tapi ini sama sekali tidak terlihat, teman kami pun mengajak untuk summit.
Saya : yakin kita mau kepuncak?
Budi : iya, kepuncak.
Avis : masa kita gak kepuncak sih !!
Saya : tapi gua gak yakin lu, soalnya trek ketutup kabut.
Avis : ayo, bissmillah aja.
Budi : iya ayo, bonus kita kan puncak.
Saya : tapi perasaan gua gaenak nih.

Langsung kedua teman saya pun diam tidak mengucapkan sesuatu lagi. Kita bertiga disitu masih ngopi dan nge teh, tak lama lagi kabut pun hilang.
Budi : Ayo
Avis : Ayo, kita ke puncak!
Saya : yaudadeh, ayo kita berangkat.

Akhirnya pun saya memutuskan untuk lanjut kepuncak, disitu kami tidak membawa carriel. Tenda dan carriel saya tinggal di pangasinan, kami bertiga hanya membawa bodypack saja, untuk membawa tolakangin,rokok,dan obat obatan. selang waktu 30 menit kami pun sampai dipuncak sekitar pukul 10:03.
Kawah puncak Gunung Ciremai 3.078mdpl.


Dipuncak kami berfoto foto untuk mendokumentasi kan. Sehabis foto foto kami pun merokok sambil menikmati pemandangan. Tak lama kemudian kabut pun datang, angin cukup kencang. Kami bertiga disitu cukup kebingungan mau gimana, kami bertiga hanya dapat berdoa kepada sang maha kuasa, sambil berdoa kami juga bersholawat. Mungkin lumayan lama kami terjebak dipuncak sekitar 45menit, tak lama lagi badai pun pergi, tetapi tetap masih ada kabut kami bertiga masih berdoa, tak lama kemudian kami bertiga mendengar ada mengucapkan salam "Assalamualaikum" dengan suara yang cukup keras. Kami cukup kaget jantung pun dagdigdug, ternyata ada 2 orang pendaki yang datang. Tapi saya masih sedikit curiga, itu manusia atau mahkluk penghuni sana. Entah lah kami pun mengajak ngobrolnya, ketika saya tanya :
Saya : Dari mana bang?
2 pendaki : Bekasi bang.
2 pendaki : Ente dari mana bang?
Saya : Jakarta bang.
2 pendaki : Jakartanya dimana bang?
Saya : Angke bang jakarta .
Saya : Namanya siapa bang?
2 pendaki : Ipin, dia ..

Saya sudah lupa lagi nama temannya ipin.
Budi,Avis,teman Ipin dan Ipin.


Kami pun bergabung, tadi saya hanya bertiga dan sekarang pun jadi berlima. Dapat 60 menit kami pun untuk segera turun, cuaca tetap masih kabut, tapi masih agak terlihat treknya. Sampai di pangasinan Ipin dan temannya saya ajak mampir ke tenda kami, disitu kami sempat nge teh dan ngopi dulu. Sambil ngopi kami pun segera packing kembali untuk turun, usai packing selesai kami pun melanjutkan perjalanan turun. Sebab tujuan kita tuh rumah, puncak hanya bonus. Sekitar beberapa jam jalan, kami pun sampai di tenda Ipin dan temannya, Ipin dan temannya mendirikan tenda di Pos Tanjakan Seruni. Disitu kami sempat makan dulu, sisa logistik kami dan Ipin digabung kan, selesai makan makan, merokok sebentar kami menunggu Ipin dan temannya packing, setelah selesai packing packing kami lanjut turun. Sambil jalan kami berlima ngobrol ngobrol,disitu kami tidak bertemu pendaki lain nya sama sekali, Ipin dan temannya pun tidak bertemu pendaki lainnnya. Kemungkinan memang lagi sepi kali ya gunungnya, sama sekali gak bertemu pendaki lainnya, dipuncak pun kami tidak bertemu pendaki lain nya selain Ipin dan teman nya. Akhirnya pun kami ber 5 sampai dipos cibunar pukul 17:54 dan beristirahat sejenak. Setelah Ba'da Maghrib kami segera turun ke pos pendakian linggarjati, disitu kami berpisah dengan Ipin dan temannya, Ipin dan temannya langsung pulang ke bekasi, kami bertiga mampir kerumah budi lagi untuk bermalam.

1 komentar:

HAMPIR TERSESAT DI LEMBAH EDELWEIS

Assalamualaikum .. Kali ini saya akan mengulas perjalanan pendakian saya dari Jakarta menuju Gunung Sumbing 3.371mdpl via garung jalur baru...