Daftar Blog Saya

Mengenai Saya

Foto saya
Nama gueee? iyaps itu itu nahhhh itu

Bertemu hewan yang seharusnya tak ada

Bertemu hewan yang seharusnya tak ada

Jumat, 22 Januari 2021

HAMPIR TERSESAT DI LEMBAH EDELWEIS





Assalamualaikum ..
Kali ini saya akan mengulas perjalanan pendakian saya dari Jakarta menuju Gunung Sumbing 3.371mdpl via garung jalur baru.


Gunung sumbing 3371mdpl - Jawa Tengah


Jakarta 08/10/20 - awal dari cerita ini, nama gua aldo dan temen gua ari kita nongkrong dia atap sebuah gedung yaitu mall mangga dua, sambil ngopi ngopi dan tidak lupa ditemani gudang garem filter. 


Singkat cerita. Saat kita sedang ngobrol ngobrol tentang pengalaman Hiking disitulah terlintas nama gunung sumbing dipikiran gua, lalu gua langsung ngomong ke temen gua Ari :

Gua : " Ri lu udah pernah ke sumbing? "
Ari   : " udah do"
Gua : "kita ke sumbing yuk?" Tanya gua
Ari   : "Hayuk, deket juga sama kampung gua"
Gua : " emang kampung lu dimana ri?"
Ari   : "Temanggung do, nanti kalo sempet kita mampir " Ujar Ari
Gua : " kapan nih kita berangkat? " Tanya Gua
Ari   : " Gimana kalo akhir bulan aja? " Tanya ari
Gua : " Kalo akhir bulan kelamaan ri, gimana kalo tgl 15 aja?" Tanya gua
Ari   : "Yaudah nanti gua coba izin cuti dulu do"
Gua : " Okee, nanti kabarin yak kalo boleh "


Singkat cerita ....

Jakarta 15/10/2020- Pada hari kamis itu gua pergi ke rumah Ari yang berdekatan dengan terminal BUS Kali deres. Dari sana lah gua naik bus tujuan Kali deres - Wonosobo yang bernama SinarJaya. Kurang lebih 17 Jam perjalanan.

Singkat cerita ...

Akhirnya kita sampai di Terminal Mendolo wonosobo, kita sampai di terminal saat itu pukul 05:00 wib kurang lebih, soalnya pas kita sampe di terminal kita langsung belanja ke alfamart dan sat itu terdengar adzan subuh. 




Wonosobo 16/10/2020 - Dari terminal mendolo ke basecamp Garung itu memakan waktu sekitar 1 jam kurang lebih, itu pun belum dengan ngetem nya mobil tersebut. Kita berdua dari terminal ke arah garung itu naik mobil bus 3/4 (seperti Kopaja). Sesampai di desa garung kita langsung cek suhu badan dan beri surat keterangan kesehatan sebelum naik ke basecamp, oiya saat itu kita naik saat sedang pandemi covid19, dan disana lah kita bertemu teman Ari 2 orang sorry yak gua lupa namanya, katanya dia berdua udh berangkat dari hari senin, terus mereka berdua ke gunung prau terlebih dahulu, lanjut ikut kita ke gunung sumbing. Saat cek suhu badan selesai lalu kita lanjut ke basecamp garung untuk melakukan registrasi pendakian. 



Setelah kita selesai registrasi, lanjut packing ulang logistik dan barang2 yang perlu dibawa, lalu setelah selesai packing kita sarapan dan ngopi sejenak. Selesai ngopi kita lanjut nge-trek memakai jasa ojek sampai pos 1(malim), alesan kita pakai jasa ojek sebab trek dari basecamp ke pos 1 lumayan jauh kira kira sekitar 2,5km estimasi waktu  2 jam. tetapi masih jalan beraspal yg nanjak dan berbelok. Agar tidak memakan waktu lama dan mempersingkat waktu kita ber 4 naik jasa ojek biaya nya 25rb 1 motor lumayan murah lah harga segitu. 

Setelah sampai pos 1(malim), kita istirahat sejenak di warung sambil minum dan merokok, sekitar 15 menit kita lanjut jalan menuju ke jembatan I (ngetom), sesampai di jembatan I estimasi waktu kurang lebih 30 menit, lanjut menuju jembatan II (seklenteng) didalam perjalanan menuju jembatan II kami ber empat tidak istirahat. Kurang lebih estimasi waktu 30 menit, singkat cerita kita tiba di jembatan II (seklenteng) kami ber empat pun beristirahat sejenak. Kita minum dan merokok sejenak lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju pos 2 (mbaon). Sebelum sampai ke pos 2 kita mampir ke warung dahulu untuk istirahat lagi, sebab trek menuju pos 2 dan seterusnya itu sangat curam dan benar benar menguras tenaga, dari jembatan 2 ke pos 2 itu kami ber empat sangat lambat jalannya sebab trek sudah curam banget.



Singkat cerita ..

Setelah nge trek kurang lebih 2 jam an, sampe lah kita di pos 2 (mbaon), dipos 2 (mbaon) kita beristirahat lumayan agak lama kurang lebih nya 11 jam an, dipos 2 (mbaon) kita sempat menyeduh kopi dan susu untuk menikmati alam dan tidak lupa dengan rokok gudang garam surya, oiya kita membeli rokok kalengan, 1 kaleng itu isinya 50 btg, kan lumayan irit budget juga kalo kita beli rokok yang kalengan, singkat cerita setelah beristirahat lumayan cukup lama, temen gua Ari memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi, sebab tujuan tempat untuk mendirikan tenda di camp area 1 sesudah pos 3 (Sebogo). Setelah kita melanjutkan perjalanan menuju pos 3 (sebogo), kita harus melewati jalur menanjak dan menurun, jalur via garung ini memang ngeselin bangeeeeeet dah, kita dikerjain sama jalur yang menanjak dan menurun, oiya sebelum kita sampai ke pos 3 (sebogo) itu kita harus melipir punggungan bukit, singkat cerita. Setelah kita berjalan kurang lebih 1.5 jam sampailah kita di pengkolan 9,setelah tiba dipengkolan 9 kita beristirahat sejenak 10 menit. Lalu melanjutkan perjalanan ke jembatan III ( Gunung Thukung ) dari pengkolan 9 menuju ke jembatan III itu jalur nya lebih parah menanjak dan menurun nya dari pada pas dari pos 2 ( mbaon ) menuju pengkolan 9. Jalur menuju ke jembatan III kita harus melipir bukit bukit batu menanjak dan menurun lembah, pokoknya treknya mantap deh, estimasi waktu dari pengkolan 9 ke jembatan III itu lumayan lama, memakan waktu 1.5 jam kurang lebihnya sebab treknya ngeselin banget dah sumpah. 




Singkat cerita ...

 
Oiya, sebelom sampai ke pos 3 ( sebogo ) kita harus melipir 3 bukit, soalnya asumsi gua itu jalur dari pos 2 ke pos 3 itu beda bukit, jadi jalurnya kayak bersebrangan gitu, dari bukit awal kita harus turun ke lembah bukit tersebut, lalu menanjak lagi ke bukit yang ke 2, notabene nya itu kita melipir mengikut jalur ya bukan buka jalur sendiri. Setelah berjalan kurang lebih 1.5 jam dibukit ke 2 turun lembah sampai lah kita di jembatan III, kita tidak beristirahat langsung lanjut menuju ke pos 3 ( sebogo ) sebab pos 3 sudah terlihat pos 3 ( sebogo ) di bukit Setelah berjalan kurang lebih 1.5 jam dibukit ke 2 turun lembah sampai lah kita di jembatan III  alias bukit ke 3, kita sangat semangat sekali nge trek nya, sebab sudah sangat lelah sekali. Kurang lebih berjalan 30 menit melipir kebawah lembah sampai lah kita di pos 3 ( sebogo ).



Singkat cerita ...

Setelah kita ber empat sampai di pos 3 ( sebogo ) kita beristirahat sejenak, sambil minum dan merokok sebentar, temen gua Ari ngomong : kita lanjut yuk, sebentar lagi sampai noh camp area 1 diatas, akhirnya kita lanjut jalan ke camp area 1. Estimasi waktu pos 3 ( sebogo ) ke camp area 1 tidak terlalu lama yaitu hanya 15 menit, Akhirnya pun sampai lah kita di camp area 1 dan kami berempat langsung saja mendirikam tenda. Setelah tenda berdiri saya pun langsung bergegas keluarin kompor dan alat masak lain nya, yang paling utama itu kita langsung menyeduh kopi dan teh, dikompor 1 dan dikompor ke 2 kita memasak nasi, kenapa kita langsung masak nasi? Soalnya tuh kan masak nasi agak lebih lama dibanding masak lainnya, setelah selesai menyeduh kopi kita langsung masak lauk pauk dan sayur asem.
kita ada dokumentasi saat masak sayur asem.



Setelah semuanya matang kita berempat langsung makan, selesai makan kita tidak lupa langsung merokok dan ngopi, sambil ngobrol ngobrol yang tak jelas, disitu kami ngobrolin apa yang ada dibenak pikiran kita, nah temen gua Ari itu setelah selesai makan dan ngerokok dia langsung tidur ya, karena temen gua ari ini sudah sangat lelah sekali, oiya gua lupa nyampein kita tuh pas sampe di camp area 1 mendirikan tenda itu sudah sangat gelap alias sudah pukul 18:16 kurang lebihnya, kita di tenda sama sekali tidak keluar tenda sebab cuaca sangat dingin sekali soalnya kabut menutupi area camp 1 dan area camp 2, singkat cerita setelah berbincang bincang kita semua langsung tidur terlelap. 

Singkat cerita ..

Wonosobo 17/10/2020 - setelah kita tidur, temen gua ari terbangun di pukul 03:20 wib, kebetulan gua juga disitu langsung bangun gara gara mendengar suara langkah kaki pendaki yang lewat. Setelah terbangun langsung saja kita seduh kopi dan teh untuk menghangatkan tubuh dan memelekan mata. Sambil merokok dan ngopi kita langsung packing barang2 dan logistik yang seperlunya saja untuk dipuncak, sekitar pukul 03:56 wib kita lanjut perjalanan menuju puncak, dari camp area 1 ke puncak itu kita perlu melewati pos pos dan patok area, setelah berjalan kurang lebih 20 menit kita sampai di camp area 2, tapi kita tidak istirahat lagi langsung melanjutkan perjalanan, singkat cerita setelah melewati camp area 2 kita melipir lagi kebukit sebelah kanan bukit ke 2 yg tadi kita lewati sebelum pos 3 ( sebogo ). Ketika ikita menuju ke bukit sebelah kanan tentunya kita perlu nanjak terlebih dahulu baru kita turun ke lembah, setelah sudah melewati lembah yg dibawah bukit kita dikasih jalur yang menanjak lagi ke bukit yang ada disebelah kanan, sekitar kurang lebih berjalan 1 jam sampai lah kita di pos 4 ( kijang rancak ). Kita istirahat lagi sejenak, selesai istirahat kita melanjut kan perjalanan ke lembah edelweis, disini cuaca masih lumayan gelap ya, nah disini lah kita hampir tersesat, saat menuju lembah edelweis jalur sangat membingungkan, ada pertigaan ada yang kekiri dan ada yang lurus melipir bukit lagi, nah disini saat nge trek tuh posisi gua didepan dan temen gua Ari dibelakang jadi (sweeper) otomatis kan yang dibelakng ngikutin gua, nah disini gua salah ambil jalur, gua malah ambil jalur ke kiri, kenapa gua ambil jalur kekiri? Alesan gua tuh jalur kekiri iti langsung menanjak jadi asumsi gua itu jalur kekiri jalur menuju puncak, akhirnya semua pun ngikuti gua. Nah selang 20 menit tiba tiba gua dan ari merasa aneh dan sempat berbincang dengan ari. 

Ari : Do, kok jalurnya lama lama ketutupan rerumputan? 
Gua : iyaya ri, kok ga ada jalur lagi? 
Ari : kayaknya kita salah deh!
Gua : yaudah mending kita balik lagi deh ri.

Akhirnya pun gua sama temen2 gua memutuskan balik lagi ke pertigaan. Singkat cerita setelah jalan turun ke pertigaan sekitar 10 menit akhirnya kita sampe di pertigaan, Oiya gua lupa nyeritain pas di camp area 1 gua ketemu pendaki bogor. Disitu temen gua Ari ngobrol dengan pendaki bogor itu :

Ari : Dari mana bang? 
Pendaki bogor : dari bogor bang.
Ari : temennya mana bang?
pendaki bogor: gua solo hiking bang.

Kembali ke cerita ..

Setelah kita sampai di pertigaan, kita semua sangat kebingungan jalur menuju puncak yang mana, akhirnya gua mutusin untuk diem dahulu dipertigaan, selang 20 menit kita berempat akhirnya melihat senter lampu pendaki dari kejauhan dijalur yang ke camp area 1, pas semakin lama semakin dekat, langusng gua teriak ke pendaki tersebut. 

Gua : bang jalur ke puncak kemana mana ya?
oendaki bogor : ke sini bang. Sambil menunjuk ke jalur yang kanan.

Nah dipertigaan ini saat gua menunggu pendaki yang lewat, kebetulan tadi yang lewat dan ngasih tau kita itu pendaki bogor. Akhir nya gua dan temen temen gua lanjut jalan ke lembah edelweis, oiya maaf ya di pos 4 ( kijang rancak ) kita tidak sempat mengabadi foto. Singkat cerita setelah berjalan sekitar 45 menit menuju lembah edelweis akhirnya sampailah di lembah edelweis.


sesampai di lembah edelweis langit sudah sangat cerah, gua disitu tidak melihat jam. Di lembah edelweis kita berhenti sejenak untuk mengambil gambar dan istirahat, setelah 20 menit kita berdiam diri dan badan sudah merasa dingin, kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, sebab kalo terlalu lama tidak bergerak itu bahaya bisa terkena hipotermia. Setelah melanjutkan perjalanan kurang lebih sekitar 56 menit kita sampai di batu belah.

Dibatu belah kita istirahat lagi, kami berempat tuh pendaki lambat, sangat lambat. Singkat cerita .. setelah beristirahat 10menit kita langsung lanjut kan perjalann menuju puncak ke kawah, sekitar kurang lebih 60 menit. Singkat cerita akhirnya pun kita sampai di puncak ke kawah. 





Setelah kami berempat mengabadi kan foto foto di puncak kekawah, kami pun berempat menyeduh kopi dan susu, sambil ngopi dan merokok kita tidak lupa untuk menikmati alam semesta ciptaan Allah, agak lumayan lama sih kita menikmati Alam, disini gua tidak melihat jam.
Disaat menikmati alam temen gua Ari nyeletuk ngajakin ke puncak rajawali, tetapi temen gua yang satu lagi tidak setuju untuk kesana, dikarenakan melihat medan jalur yang cukup sempit dan curam. Akhirnya temen gus Ari menyarankan ke puncak buntu. Dan disini gua setuju, tetapi temen gua yang satu tidak setuju lagi. Akhirnya kita diskusi, tetapi tetap temen nya Ari memutuskan diam di puncak ke kawah.

Singkat cerita ..

Kami pun bertiga bergegas untuk ke puncak buntu, temenya ari pun kami tinggal, oiya temen nya Ari itu di puncak ke kawah tidak sendirian ia ditemani porter dari komunitas APGI, kebetulan porter tersebut sedang menemani pendaki dari malaysia, pendaki malaysia itu terdiri 2/3 orang kurang lebihnya dugaan gua, pendaki malaysia tersebut bapak, anak kecil, dan dewasa. Lanjut cerita .. kita menuju ke puncak buntu itu harus turun beberapa meter untuk menemukan jalurnya. Selang berapa menit jalur pun vertikal.

Setelah melewati jalur vertikal tersebut, sampai lah kita di atas watu singo. Diatas watu singo dikira kami bertiga disana bisa menuju ke puncak buntu, ternyata tidak ada jalur, yang ada hanya jurang kawah . Saat kami mencari jalur tersebut akhirnya menemukan jalur tersebut, ternyata jalurnya harus turun dari atas watu singo, selang 10 menit akhirnya kita sampai di jalur dan langsung melanjutkan perjalanan ke puncak buntu. Singkat cerita .. selang 8 menit akhirnya kita sampai di puncak buntu.




Setelah kami bertiga selesai mengabadikan foto foto, akhirnya pun kami kembali ke puncak kekawah. Singkat cerita .. kami pun sampai dipuncak kekawah, kami berdiam sejenak lalu merapihkan alat memasak dll. Kami pun bergegas untuk turun, singkat cerita .. setelah berjalan turun ke camp area 1 kurang lebih estimasi waktu hanya 2 jam saja. Setelah sampai di tenda kami pun masak makanan berat untuk menambah stamina. Singkat cerita ... setelah semua matang, kami pun makan. Selesai makan dan merokok, kami merapihkan barang barang yang kita bawa, oiya gua lupa jelasin barang barang yang kita bawa. Kita bawa 2 tenda, kapasitas 4 1x, kapasitas 2 1x, yang kap 4 itu tenda yang gua bawa dan yang kap 2 itu temen ari yg bawa. Nah kap 4 itu untuk kita tidur dan yang kap 2 untuk menaruh barang barang bawaan kita. 

Lanjut cerita .. 

setelah semua barang sudah terpacking rapih kami pun bergegas untuk turun, estimasi perjalanan turun hanya 4 jam kurang lebih nya dari pos 3 (sebogo), pas perjalanan turun ada sedikit kendala yaitu Ari kakinya terkilir, jalannya pun agak sedikit pincang tetap melanjutkan perjalanan turun. Disini yang gua tau temen ari itu sebutannya Agoy, yaudah disini gua simpulin aja temen ari Agoy 1, Agoy 2.

Lanjut cerita ..

Disini gua bersama Agoy 1 dan Ari bersama Agoy 2, gua jalan terlebih dahulu alias didepan. Setelah melewati beberapa shelter, kami pun menemukan warung yang lumayan berdekatan dengan pos 2 (mbaon), kami pun beristirahat sejenak, nah disini kita bertemu porter yang membawa orang malaysia. Ngobrol ngobrol sebentar akhirnya porter itu pun melanjutkan perjalan ke pos 1 (malim), lalu selang beberapa waktu kami pun lanjut jalan ke pos 1 (malim).

Singkat cerita ..

Saat perjalanan menuju pos 1 (malim) langit pun sudah mulai gelap perkiraan waktu pukul 17:26 wib, dan disini lah kami mempercepat langkah kaki agar segera sampai di pos 1 (malim), kenapa kami buru buru? Dikarena kan senter/headlamp kami sudah lowbatt. Kami tidak ada penerangan sama sekali, tetapi kami tetap melanjutkan perjalanan. Setelah 30 menit
berjalan akhirnya kita sampai di pos 1 (malim) dan di sana sudah banyak ojek yang menuggu pendaki turun. Setelah sampai gua dan agoy 1 masih menunggu ari dan agoy 2, selang beberapa menit kami menunggu ari dan agoy 2, akhirnya pun mereka berdua datang di pos 1 (malim) dan langsung naik jasa ojek ke basecamp, setelah sampai di base camp langit sudah gelap kami pun langsung segera laporan ke petugas registrasi agar mengubah status nama pendakian kami sudah turun, setelah semuanya sudah selesai, gua dan ari bergegas mandi dan Agoy 1 & Agoy 2 berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke jogja, anak berdua itu memang gila, abis dari prau ikut kami ke sumbing lalu lanjut ke jogja, setelah mereka berdua pergi meninggalkan gua dan ari. Gua dan ari pun mandi secara bergantian, selesai mandi gua berdua pun makan diwarung samping basecamp, setelah selesai makan saat sedang merokok saudara ari dan temannya datang ke basecamp lalu ngobrol2 di api unggun, kita bikin api unggun itu di lapangan bola sebelah kiri basecamp, lapangan bola tersebut digunakan sebagai parkir motor & mobil pegunjung. Disaat gua, ari, sodar ari dan temannya, tiba tiba Agoy 1 dan agoy 2 mengirim whatsapp ke ari bahwa mobil tujuan jogja tidak lewat lewat, akhirnya gua pun menjemput Agoy 1 dan agoy 2 menggunakan sepeda motor sodara ari. Setelah sampai di basecamp kami berenam pun kumpul di lapangan tersebut dan ditemani api unggun. Usai berbincang bincang sodara ari pun pamit, dan kami berempat pun tidur.

Singkat cerita ..

Wonosobo 18/10/2020 - gua dan ari pun terbangun dari tidur, saat melihat ke samping Agoy 1 dan agoy 2 sudah tidak ada, mungkin mereka sudah pergi ke jogjakarta, setelah bangun seperti biasa gua dan ari mandi secara bergantian, seusai mandi kami pun bergegas menuju terminal mendolo, dari basecamp ke jalan utama kita berdua berjalan kaki walaupun kaki sudah pegal pegal kami tetap jalan, setelah sampai di jalan utama kami pun naik bus 3/4 menuju terminal mendolo, di terminal mendolo kami berdua makan diwarung, selesai makan kami memesan tiket bus sinarjaya menuju kalideres (jakarta), setelah selesai pesan tiket dan bus pun berangkat. 

Singkat cerita .. 

Kami pun sampai dijakarta dan langsung mampir kerumah ari, sesampai dirumah ari kami berdua makan dan beristirahat, selang beberapa jam, gua pun bergegas pulang, cerita pun selesai.


Estimasi waktu saat pendakian : 

Basecamp - Pos 1 malim (2 jam)
Pos 1 malim - pos 2 mbaon (1.5 jam)
Pos 2 mbaon - pos 3 sebogo (2 jam)
pos 3 sebogo - pos 4 kijang rancak (1 jam)
pos 4 kijang rancak - puncak kekawah (2 jam)
puncak kekawah - puncak rajawali (30 menit)
puncak kekawah - kawah (30 menit)
puncak kekawah - puncak buntu (15 menit)

estimasi diatas adalah dari petugas, berbeda dengan estimasi waktu saya, waktu saya agak lambat dari estimasi tersebut.

Terima Kasih ...

Kamis, 26 Oktober 2017

BERTEMU HEWAN YANG TAK SEHARUSNYA ADA

Jakarta 28 Januari 2017 - Awalnya sih kita lagi ngopi disebuah tempat tongkrongan kita (Gdg.psy) sambil ngopi ngopi kita ngobrolin tentang alam, sambil nyeruput kopi tak lupa ditemani tembakau gudang garam 16, ditempat tongkrongan ada: Saya,Budi,Avis dan Taufik. Tak lama kemudian teman saya yang bernama Budi mengajak untuk mendaki salah satu gunung tertinggi Di Jawa Barat yaitu (Gunung Ciremai) yang mempunyai ketinggian 3.078 meter diatas permukaan laut.




                                   Gunung Ciremai 3.078mpdl,Kuningan,Jawa Barat.

Kemudian Saya,Avis dan Budi bergegas melanjutkan perjalanan mendaki ke gunung ciremai tersebut. Tak lama lagi kita bubar nongkrong dulu untuk kembali kerumah masing-masing dan mengambil alat alat perlengkepan mendaki kita, usai mengambil perlengkapan mendaki kita kembali kumpul/meeting point ditempat tongkrongan kita, sesudah berkumpul kami bertiga langsung berangkat ke sebuah tempat parkirnya bus SETIA NEGARA tujuan Jakarta - Kuningan, yang berketempatan di Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Sampai diparkiran mobil bus pukul 18:20wib tersebut kami bertiga kembali ngopi lagi sambil menunggu mobil bus tersebut berangkat. Selepas Ba'da Isya sekitar pukul 19:02 mobil tersebut berangkat.

Dan langsung saja yaa ..

Sampai di Pasar Ciawi, Kuningan, Jawa barat pukul 00:57 kebetulan teman saya yang bernama Budi kampung halamannya tidak jauh dari gunung itu, langsung saja Saya, Budi, Avis menuju kampung halaman budi untuk bermalam.

(29 Januari 2017)
Dan pagi pun datang, kemudian kami bertiga bergegas untuk bangun dan mandi, seusai mandi kita bertiga packing ulang tas carriel kita untuk memeriksa alat pendakian+logistik, pukul 09:15 kami berangkat ke salah satu toko kue kakak nya Budi memakai kendaraan sepeda motor, sampai di toko kue nya kakak Budi kami bertiga melanjutkan perjalanan ke pos pendakian jalur linggarjati naik trasnportasi angkutan kota (Angkot). Sampai dipos pendakian linggarjati pukul 10:05 kita bertiga mendaftarkan registrasi pendakian dengan harga Rp.50.000,- sesudah registrasi kami bertiga melanjutkan perjalanan pukul 10:20 sekitar 30 menit kita sampai di pos cibunar 750mdpl, disitu kami bertiga beristirahat sejenak tak lama kemudian kami bertemu petugas dipos cibunar dan kami pun bertanya :
Saya : "Pak diatas rame gak?"ujar saya.
Petugas : "Rame dek"
Saya : "Oh yaudah makasih ya pak"
Dan saya berasa lega ketika mendengar itu, 15 menit kemudian saya melanjutkan perjalanan, sampai dipos Leuweng Datar 1.225mdpl kami tak menemukan seorang/segerombolan pendaki satu pun, dan kami terus berjalan melewati hutan belantara, sampai dipos Condang Amis 1.250mdpl kami pun berhenti sejenak untuk beristirahat, selang waktu 10menit kami pun melanjutkan perjalanan, selang waktu 60menit kita pun sampai dipos Kuburan Kuda pukul 1.450mdpl 16:50, kami beristirahat lagi sambil merokok sebentar.
 

 15menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan menuju puncak, sampai di pos Pengalap 1.650mdpl sekitar pukul 17:30  kami pun sudah mulai kelelahan dan hari pun mulai gelap, tetapi kami masih tetap melanjutkan perjalanan, belum sampai di pos Tanjakan Seruni kami sudah sangat lelah, kami bertiga pun memutuskan untuk berkemah/ngecamp, kebetulan ditengah tengah jalur pendakian Pengalap dan Tanjakan Seruni kami menemukan tanah yang datar bisa untuk mendirikan tenda, kami pun segera mendirikan tenda, usai tenda kami berdiri, kami pun segera masuk dan mulai memasak karena perut kita sudah sangat lapar, disitu pun kami bertiga mulai masak, tak lama lagi pun teman saya Budi dan Avis malah pada molor, saya pun ditinggal sendirian masak, sambil menunggu nasi matang saya pun menyetel musik diHandphone cuaca disitu sudah mulai gelap dicampur kabut, hawa nya juga pun lumayan dingin, kemudian tak lama lagi pun nasi sudah matang, dan lauknya pun mulai matang, disitu saya membangunkan kedua teman saya untuk makan, dan setelah selesai makan kami bertiga pun bergegas untuk tidur.

Langsung saja yaa ..

(30 Januari 2017)
Pagi pun datang kembali, matahari mulai menyoroti tenda kami, burung burung berkicauan kami pun terbangun dari tidur, selepas bangun dari tidur kami bertiga segera menyalakan kompor untuk menyeduh kopi, kopi pun matang. Kita langsung packing kembali untuk melanjutkan perjalanan sambil ngopi, Pukul 08:30 kami pun segera melanjutkan pendakian, sampai di Tanjakan Seruni pukul 10:30 kami istirahat sejenak,

Tanjakan Seruni 1.825mdpl



selesai istirahat lumayan sekitar 20menit kami lanjut perjalanan lagi, kita pun sampai di Tanjakan Bapatere sekitar pukul 13:25 tempat ini memang cukup terkenal akan curam nya di jalur pendakian Linggarjati, kami pun Alhamdulillah berhasil melewati nya dan kami pun istirahat sejenak karena tanjakan itu cukup menguras tenaga.

Tanjakan Bapatere 2.025mdpl

Seusai istirahat sejenak kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 14:50 kami pun sampai dipos batu lingga 2.200mdpl, disebuah pos dengan tanah datar ini terdapat sebuah batu besar, menurut cerita penduduk setempat, dulunya tempat ini digunakan oleh Sunan Gunung Jati untuk menyendiri. Tempat ini juga dipercaya warga sekitar dijaga oleh 2 mahluk halus dan para pendaki seringkali diminta untuk tidak berkata sembarangan atau berbuat sesuatu yang bodoh di tempat ini.
Mulai dari pos ini, perjalanan sudah tidak terlalu berat. Jalan tidak lagi dipenuhi oleh akar-akar besar. Waktu tempuh dari Bapa Tere ke Batu Lingga kurang lebih 1 jam. Di ketinggian 2200 MDPL ini voyagers bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Sangga Buana yang akan memakan waktu kurang lebih 2 jam.Sangga Buana dibagi menjadi 2 yaitu Sangga Buana I dan Sangga Buana II. Inilah tempat yang paling ideal menurut daily voyagers untuk membangun tenda. Terletak di ketinggian 2500 MDPL, membuat tempat ini masih dikelilingi oleh pepohonan tinggi yang sedikit menghalangi laju angin dan sinar matahari masih bisa menembus lebatnya hutan. Tanjakan cukup tinggi menjadi penghubung antara Sangga Buana II dan Sangga Buana I. Kalau di Sangga Buana I, lantainya itu masih berupa tanah maka lain halnya dengan Sangga Buana II yang sudah mulai berbatu.
Pos Sangga buana I 2.500mdpl.
Usai istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos pengasinan, disini kami bertiga hanya menemukan trek berbatu sudah tidak ada tanah lagi, dari pos sangga buana II menuju pengasinan trek pun agak mulai curam, semua yang ditapaki hanya bebatuan, demikian tersebut trek yang kami lewati cukup sangat menguras tenaga, kami bertiga pun beristirahat sejenak.
Selang waktu 35menit kami pun untuk melanjutkan perjalanan menuju pangasinan, sampai dipengasinan pukul 17:45 langit pun sudah mulai gelap kami bertiga bergegas untuk mendirikan tenda, angin cukup kencang dipengasinan ini, karena pos pengasinan ini sudah diketinggian 2.800mdpl, pangasinan merupakan batas vegetasi, pepohonan sudah mulai hilang di tempat ini. Lautan awan akan terlihat kala voyagers sudah melihat papan bertuliskan “Pangasinan”. Dari Sangga Buana ke Pangasinan maka voyagers akan melewati tanjakan berbatu. Batunya tidak kecil namun berukuran besar-besar, berbeda dengan jalan berbatu yang voyagers lewati ketika masih menuju Leuweung Datar. Usai berdiri tenda kami pun segera memasuki tenda untuk istirahat, perut kami sudah mulai lapar, maka kami segera untuk memasak logistik yang kami bawa, kami pun memasaknya, ketika sedang masak. Disini anehnya kita digerumungin beberapa ekor tikus, coba bayangkan netizen. Diketinggian 2.800mdpl itu kita bertemu beberapa ekor tikus, entah itu benar benar hewan atau penunggu gunung situ yang hanya menyamar menjadi tikus. Allahualam kami pun tidak tahu, disitu kami bertiga sempat mengusirnya, tetapi malah semakin banyak gerombolannya. Kami pun agak sedikit bingung, "sudah tak usah diladeni" ujar saya. dan akhirnya pun tikus itu sedikit demi sedikit menghilang, ketika kami mengabaikannnya. Dan masakan pun matang kami segera mengkonsumsinya. Usai makan telah selesai makin sempat ngobrol ngobrol dulu sambil ngopi dan ditemani tembakau Djinggo. Disitu kami mengobrol tentang keanehan tersebut, diketinggian 2.800mdpl masih ada tikus? burung saja pun kami tidak menemuinya. Sedangkan iklim disitu lagi kabut, jarak pandang pun hanya beberapa meter saja, mengapa ada tikus?.
Pos Pangasinan 2.800mdpl.

Selesai ngobrol dan ngopi kami pun bergegas untuk tidur, niatnya sih kita mau kejar sunsrise, tapi kami malah kesiangan. Kita tidurnya terlalu nyenyak sehingga kesiangan hehe.

(31 Januari 2017)
Pagi pun datang kembali ..
Pukul 09:30 kami terbangun dari tidur, matahari pun sudah menyoroti tenda, tapi kali ini kita enggak mendengarkan suara kicau burung, hawa pun sangat dingin sekali sehingga membuat badan menggigil, kami pun bergegas untuk menyeduh kopi dan teh, usai kopi dan teh terseduh. Kami bertiga keluar dari tenda untuk melihat keindahan alam, tetapi apa disitu kami tertutupi kabut, jarak pandang hanya beberapa meter, yang seharusnya puncak gunung tersebut terlihat tapi ini sama sekali tidak terlihat, teman kami pun mengajak untuk summit.
Saya : yakin kita mau kepuncak?
Budi : iya, kepuncak.
Avis : masa kita gak kepuncak sih !!
Saya : tapi gua gak yakin lu, soalnya trek ketutup kabut.
Avis : ayo, bissmillah aja.
Budi : iya ayo, bonus kita kan puncak.
Saya : tapi perasaan gua gaenak nih.

Langsung kedua teman saya pun diam tidak mengucapkan sesuatu lagi. Kita bertiga disitu masih ngopi dan nge teh, tak lama lagi kabut pun hilang.
Budi : Ayo
Avis : Ayo, kita ke puncak!
Saya : yaudadeh, ayo kita berangkat.

Akhirnya pun saya memutuskan untuk lanjut kepuncak, disitu kami tidak membawa carriel. Tenda dan carriel saya tinggal di pangasinan, kami bertiga hanya membawa bodypack saja, untuk membawa tolakangin,rokok,dan obat obatan. selang waktu 30 menit kami pun sampai dipuncak sekitar pukul 10:03.
Kawah puncak Gunung Ciremai 3.078mdpl.


Dipuncak kami berfoto foto untuk mendokumentasi kan. Sehabis foto foto kami pun merokok sambil menikmati pemandangan. Tak lama kemudian kabut pun datang, angin cukup kencang. Kami bertiga disitu cukup kebingungan mau gimana, kami bertiga hanya dapat berdoa kepada sang maha kuasa, sambil berdoa kami juga bersholawat. Mungkin lumayan lama kami terjebak dipuncak sekitar 45menit, tak lama lagi badai pun pergi, tetapi tetap masih ada kabut kami bertiga masih berdoa, tak lama kemudian kami bertiga mendengar ada mengucapkan salam "Assalamualaikum" dengan suara yang cukup keras. Kami cukup kaget jantung pun dagdigdug, ternyata ada 2 orang pendaki yang datang. Tapi saya masih sedikit curiga, itu manusia atau mahkluk penghuni sana. Entah lah kami pun mengajak ngobrolnya, ketika saya tanya :
Saya : Dari mana bang?
2 pendaki : Bekasi bang.
2 pendaki : Ente dari mana bang?
Saya : Jakarta bang.
2 pendaki : Jakartanya dimana bang?
Saya : Angke bang jakarta .
Saya : Namanya siapa bang?
2 pendaki : Ipin, dia ..

Saya sudah lupa lagi nama temannya ipin.
Budi,Avis,teman Ipin dan Ipin.


Kami pun bergabung, tadi saya hanya bertiga dan sekarang pun jadi berlima. Dapat 60 menit kami pun untuk segera turun, cuaca tetap masih kabut, tapi masih agak terlihat treknya. Sampai di pangasinan Ipin dan temannya saya ajak mampir ke tenda kami, disitu kami sempat nge teh dan ngopi dulu. Sambil ngopi kami pun segera packing kembali untuk turun, usai packing selesai kami pun melanjutkan perjalanan turun. Sebab tujuan kita tuh rumah, puncak hanya bonus. Sekitar beberapa jam jalan, kami pun sampai di tenda Ipin dan temannya, Ipin dan temannya mendirikan tenda di Pos Tanjakan Seruni. Disitu kami sempat makan dulu, sisa logistik kami dan Ipin digabung kan, selesai makan makan, merokok sebentar kami menunggu Ipin dan temannya packing, setelah selesai packing packing kami lanjut turun. Sambil jalan kami berlima ngobrol ngobrol,disitu kami tidak bertemu pendaki lain nya sama sekali, Ipin dan temannya pun tidak bertemu pendaki lainnnya. Kemungkinan memang lagi sepi kali ya gunungnya, sama sekali gak bertemu pendaki lainnya, dipuncak pun kami tidak bertemu pendaki lain nya selain Ipin dan teman nya. Akhirnya pun kami ber 5 sampai dipos cibunar pukul 17:54 dan beristirahat sejenak. Setelah Ba'da Maghrib kami segera turun ke pos pendakian linggarjati, disitu kami berpisah dengan Ipin dan temannya, Ipin dan temannya langsung pulang ke bekasi, kami bertiga mampir kerumah budi lagi untuk bermalam.

HAMPIR TERSESAT DI LEMBAH EDELWEIS

Assalamualaikum .. Kali ini saya akan mengulas perjalanan pendakian saya dari Jakarta menuju Gunung Sumbing 3.371mdpl via garung jalur baru...